kunjungi juga
Loading...
Wednesday, February 19, 2014

Cerita Hantu Bendungan



Cerita Hantu BendunganPada musim kemarau tahun kemarin aku dan ayahku mengalami kejadian yang membuat merinding bulu kunduk karena kejadian itu kurang masuk diakal dan aku akan Cerita Hantu Bendungan di Blog ini.

Begini ceritanya, setiap musim kemarau yang panjang adalah merupakan musim yang sulit bagi para petani seperti kami,karena bagaimana tidak kalau musim tanam padi yang seharusnya tanaman padi yang masih muda dan membutuhkan air yang cukup banyak sedangkan cadangan air dari irigasi sudah menipis dan air hujan tak kunjung turun,maka para petani mau tidak mau harus berebutan air dari irigasi yang volumenya sedikit untuk mengaliri pesawahan diderah kami yang sangat luas.

Nah bagi keluarga kami hal seperti itu sangat dihindari karena tidak sedikit para petani harus beradu mulut hanya sekedar berebut air irigasi,karena ayah orangnya tidak menyukai percekcokan dengan itu ayah suka mengajak aku untuk mengaliri air sawah kami pada malam hari.

Waktu itu kejadiannya pada malam jumat ayah mengajak aku kesawah sekitar pukul 24.00, perjalanan kami menuju sawah kami harus menggunakan sepeda motor karena jarak dari rumah kesawah kami  sangat jauh sekali karena sawah kami berada ditengah-tengah areal pesawahan yang berjarak sekitar 5 km dari kampung tempat tinggal kami.

Sesampainya dijalan menuju sawah kami yang letaknya jauh dari jalan utama,aku disuruh ayah menunggui sepeda motor yang diparkir dipinggir sungai,merinding sekali rasanya menunggu ayah sendirian dipinggir sungai ditengah malam gelap gulita, lama sekali aku menunggu ayah sedangkan dalam perasaanku ada perasaan takut karena waktu itu usia aku baru berumur 15 tahun.

Setelah sekitar satu jam setengah ayah pun datang dan aku sangat senang sekali perasaan aku menjadi tenang kembali kami pun beranjak pulang, namun sebelum sampai didaerah bendungan sungai, kami berpapasan dengan ibu muda dan seorang anak kecil yang berjalan didepannya yang kira-kira berusia 3 tahun dan ibu muda itu mempunyai wajah yang sangat cantik sekali, walaupun usia aku waktu itu baru berusia 15 tahun tapi aku sudah bisa menilai bahwa ibu muda itu mempunyai wajah yang sangat cantik, jelas sekali sosok mereka berdua tersorot oleh cahaya lampu dari motor kami.

Ibu muda itu tersenyum pada kami,dia memakai pakaian kebaya dan bawahannya mengenakan kain bemotif batik yang biasa dipakai oleh ibu-ibu jaman dulu dan dia pun membawa payung berwarna hitam, sedangkan anaknya berlari-larian didepannya, namun kami tidak mengenali mereka.
Siapa mereka dan mau kemana malam-malam begini berada ditengah sawah, ayah bertanya padaku dan aku jawab tidak tahu. Kami pun berlalu dan tidak ada kejadian apa-apa sampai kami kembali kerumah.

Setelah kami berada didalam rumah dan meminum segelas air teh hangat ayah lalu bercerita tentang Cerita Hantu Bendungan bahwa yang berpapasan dijalan dengan kita ialah hantu penghuni bendungan yang mendiami bendungan dan sekitar sungai itu,mereka tidak suka mengganggu atau jahil namun mereka suka menampakan dirinya sewaktu-waktu seakan memberi tahu bahwa dibendungan itu ada penghuninya. Baca cerita yang lebih seram disini. Setelah mendengar cerita dari ayah bulu kunduku seolah berdiri, rupanya kami baru saja melihat penampakan hantu bendungan.


Tags :
Hantu Air
Hantu Sungai
Hantu Bendungan
Hantu Memakai Kebaya
Hantu Beranak

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer