kunjungi juga
Loading...
Sunday, November 30, 2014

Cerita Hantu dan Cahaya Bulan



Cerita Hantu dan Cahaya Bulan
Burung Gagak hitam yang tengah dirasuki hantu itu  terus mengejarku sambil terus menerus cekikikan dengan sangat nyaring sekali mirip suara tertawa kuntilanak, aku pun sesekali merunduk sambil berlari untuk menghindari serangan burung yang tengah kerasukan hantu itu namun tetap saja burung itu terus mengejar dan menyambarku dari arah belakang kepala maupun arah depan mukaku tetapi untungnya saat itu aku membawa gitar aqustic yang dapat aku jadikan sebagai tameng dari serangan burung itu.

Seperti biasa malam minggu merupakan malam yang panjang bagi kami sebagai remaja yang baru saja menginjak kelas 10 Sekolah Menengah Atas, di sebelah pertigaan jalan depan Pos Ronda kami biasa menghabiskan malam minggu bersama teman – teman sebaya lainya sekedar mejeng di pinggir jalan utama kampung kami dengan di temani beberapa cangkir kopi dan singkong bakar sambil bercanda ria dan memainkan gitar begitu riang serta kadang – kadang kami saling sindir satu sama lainya yang di akhiri suara gelak tawa yang sangat kompak.

Kebetulan dari semua anggota kelompok kami hanya rumah aku lah yang paling jauh dari Pos Ronda itu dan untuk menuju ke tempat itu aku harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 Km dengan berjalan kaki serta tidak ada seorang teman pun yang rumahnya searah dengan rumah aku lantaran rumah aku ada di sebelah timur dari Pos Ronda itu.

Tanpa terasa waktu terus berlalu kesunyian malam pun semakin mencekam lantaran obrolan kami sudah menjurus pada Cerita – Cerita Hantu yang pernah di alami masing – masing, bahkan kami serasa terhipnotis saat salah seorang teman menceritakan kejadian – kejadian di alam ghaib yang pernah  di bacanya di buku yang menceritakan tentang Kisah – kisah Mistis, apalagi di saat Wendo menceritakan Cerita Mistik ketika seseorang tengah memandikan jenazah orang yang mati yang selama hidupnya banyak berbuat dosa lalu di sambung oleh Ujo yang bercerita tentang Kerajaan Jin dan alam ghaib.

Sekitar jam setengah satu malam kami pun bubar barisan lantaran mata kami sudah terasa sangat loyo alias sudah ngantuk berat aku pun bergegas meninggalkan pos tempat kami ngumpul, beberapa teman sempat menakut – nakuti aku dengan guyunan mereka lantaran mereka tahu hanya aku lah yang pulang sendirian ke arah timur.

Terasa beda sekali malam itu aura mistis serasa begitu menyelimuti tetapi aku pikir aku hanya terlalu terimajinasi saja oleh Cerita – Cerita Horor yang di ceritakan teman – teman, sambil berjalan menelusuri jalan kampung menuju rumah sesekali aku menegok ke kiri dan ke kanan jalan yang kesemuanya adalah kebun rambutan, dan setiap aku menengok sepertinya di sudut mata bagian luarku selalu ada bayangan hitam berkelebat sepersekian detik saja.

Detak jantungku semakin berdegup saja saat akan melewati sebuah pohon nangka yang sangat tinggi besar lantaran semua orang di kampungku tahu akan cerita keangkeran pohon itu yang katanya pohon itu dihuni oleh mahluk halus dari golongan kuntilanak dan pocong yang suka menggangu.

Sambil berjalan agak cepat aku berdoa sebisa -  bisa agar di jauhkan dari gangguan mahluk – mahluk halus yang suka jahil dan iseng menggangu orang yang lewat di depan di kebun itu dan beruntungnya sewaktu aku melewati pohon nangka itu aku pun tidak mengalami kejadian apa – apa.

Terasa Plong rasanya perasaan ini, namun sewaktu aku melewati rumah pak Narto yang istrinya mati basah tenggelam di sebuah sungai setahun yang lalu terasa hawa mistis pun kembali datang lantaran rumah pak Narto yang di pekarangan rumahnya berdiri pohon jengkol hanya di terangi oleh lampu listrik 5 watt saja jadi nuansanya terlihat horor banget.

Cahaya bulan malam ini sangat terang benderang mungkin sekarang lagi tanggal 14 bulan jawa bisiku dalam hati, aku pun teringat cerita orang tua jaman dulu bahwa jika cahaya bulan terang benderang maka akan banyak hantu yang menampakan wujud aslinya jika berjumpa dengan manusia dan aku masih ingat betul cerita kakek aku dulu sewaktu dia habis pulang nonton wayang golek  malam – malam sendirian dengan di terangi cahaya bulan pada waktu itu katanya bersinar sangat terang sekali dan ketika melewati sebuah jembatan kecil di dekat sebuah rawa dia bertemu dua hantu anak kecil yang rambutnya panjang memakai baju putih sedang duduk berdampingan di atas bes jembatan sambil mukanya menengadah ke atas langit seperti sedang melihatin bulan.

Hiiiy.. merinding banget malam ini sambil mengusap lengan kiriku yang mulai merinding,  aku pun terus berjalan sambil terus membuang jauh rasa takut yang terus menghinggapi tetapi tidak beberapa lama kemudian  tiba – tiba aku di kagetkan suara tertawa kuntilanak yang sumber suaranya terdengar berasal dari dari atas pohon sawo yang terdapat di tikungan depan dari arah yang akan aku lewati suaranya membuyarkan seluruh lamunanku saat itu Dug... dug.. dug... detak jantungku seketika berdetak keras.

Aku tahu bahwa suara yang begitu itu suara kuntilanak lalu aku pun setengah berlari agar cepat menjauh dari pohon sawo, akan tetapi saat aku berlari suara cekikikan itu terdengar serasa semakin dekat saja dan saat menoleh kebelakang tepat di atas kepalaku sekilas terlihat seekor burung hitam kira – kira mirip burung gagak menyerang kepalaku sangat cepat sekali.

Aku pun secara refleks merundukan untuk menghindari serangan burung yang tengah kerasukan hantu itu dan... Sreet... terasa cakar burung itu sedikit mengenai kepala dan kini dia pun ada di depanku lalu membalikan badan serta menyerangku lagi dari arah depan sambil terus tertawa, gelapakan juga aku dibuatnya lantaran burung itu menyerangku secara tiba – tiba untungnya saat itu aku membawa gitar aqustic yang dapat aku jadikan sebagai tameng dari serangan hantu yang menyerupai burung itu.

Aku pun terus berlari sangat cepat sekali layaknya orang yang sedang di kejar – kejar hantu sampai akhirnya tiba di rumah dan burung itu pun sudah tidak terlihat lagi wujud maupun suaranya  menghilang,mungkin burung itu sudah tidak mengejar – ngejarku lagi serasa lega rasanya setelah aku tiba di rumah kemudian dengan tergesa – gesa aku mengeluarkan anak kunci pintu dari dalam kantong celana lalu masuk dan tanpa terasa aku membanting pintu sekeras – kerasnya  Brak... kemudian menguncinya dari dalam serta dengan tergopoh – gopoh masuk ke dalam kamar dan mejatuhkan diri ke atas kasur sambil menyambar kain sarung untuk menyelimuti seluruh tubuh.
Keringat dingin mulai mengucur di seluruh tubuh membasahi pakain dan kain sarung yang aku kenakan lantaran baru pertama kali ini aku mengalami kejadian yang sangat menyeramkan seperti barusan, malam itu aku tidak bisa tidur sampai pagi pikiranku terus di hantui rasa takut yang tidak terhingga sampai – sampai suara binatang kecil bergerisik di luar kamar pun di kira suara hantu.

Pagi hari pun tiba ibu datang menghampiri menanyakan kenapa tadi malam membanting pintu begitu keras sehingga membangunkan semua anggota keluarga yang sedang terlelap tidur, lalu aku pun menceritakan semua kejadian yang aku alami tadi malam tanpa ada sedikit pun yang terlewat.
Ibu pun tersenyum kecil dan menasehati aku agar lain kali jika malam mingguan jangan pulang terlalu larut malam dan masih beruntung aku tidak celaka oleh tingkahku sendiri katanya sambil kemudian beliau pun menceritakan bahwa pada malam jum’at kliwon kemarin pak Udin tetangga belakang rumah yang lagi kena giliran tugas ronda malam pun mengaku sewaktu melewat di depan pohon sawo itu di tertawakan juga sama itu kuntilanak.

Semenjak kejadian itu sampai sekarang aku tidak berani lagi keluar malam meskipun itu adalah malam minggu lantaran aku kapok dan tidak mau lagi di kejar hantu. Sekian Kisah Nyata yang pernah aku alami di saat aku masih remaja semoga pembaca terhibur dan dapat mengambil hikmah dari cerita di atas.
Next
This is the most recent post.
Older Post

34 comments:

  1. Ngopi (c) + singkong bakar nya ini Mas yang bikin jadi kangen suasana ngumpul bareng temen temen saya dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya boleh ikutan ngopinya Mas Arie + Mas George (c) biar suasana antar blogging tetap hangat dan saling berbagi oke kan Mas? (h)

      Delete
    2. nihhh ahh saya bawa klepon biar makin mantap ngopi nya :D =p~

      Delete
    3. Geser dikit dong bangkunya, pingin ikutan ngupi juga di mari boleh kan (c) (c)

      Delete
  2. seram juga kalau mengalami ini. semoga terlindung dari kejahatan manusia dan makhluk halus lainnya. ok terima kasih dan salam sahabat blogger.

    ReplyDelete
  3. yia meskipun Saya belum pernah ditakuti hantu, tetap saja Saya ngak berani keluar malam sendirian, apalagi kalau mengalami kejadian seperti itu, pastinya jadi tambah takut...

    ReplyDelete
  4. Salam sore Mas, serem juga artikelnya Mas apalagi suasan sebentar lagi akan malam
    Salam ceria dan salam blogging Mas George :)

    ReplyDelete
  5. wah ngeri juga dapet penampakan, ajakin ngopi mestinya :)

    ReplyDelete
  6. serem deh kalo denger atau baca cerita hantu suka kepikiran terus :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kepikiran hantunya atau siapanya ipeeeh? :D

      Delete
    2. kepikiran admin blogg ini kayaknya mbak ai :D

      Delete
    3. Bisa jadi kayaknya mas ainnul :>)

      Delete
    4. kepikiran orangnya ehh hantunya maksud teh :D

      Delete
    5. Btw orangnya yang mana? :-?

      Delete
  7. kebetulan nih kang saya suka cerita cerita horor yang kayak ginian jadi saya izin Nyimak yah kang :)

    ReplyDelete
  8. untung mampir kesini pagi2,,,kalau malam bisa merinding nih,,

    ReplyDelete
  9. berkunjung kembali...masih penasaran dengan cerita burung gagak yang kesurupan. jadi merinding sendiri juga membacanya. padahal masih sore.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya malah kemarin malam bacanya, dikamar sendiri.tapi ga ada apa-apa kok dirumah saya.hehe

      Delete
  10. terkadang kemunculan gagak sering diartikan dengan pertanda adanya malhluk gaib ya mas :D

    ReplyDelete
  11. ceritanya dah lama juga ini mas semakin serem deh karena dari bulan 11 kemarin

    ReplyDelete
  12. inget sama kejadianku, di kejar kejar teman maen petak umpet pada saat kecil dulu, ketika ngumpet tiba-tiba di depan tampak seorang laki-laki besar, langsung aku teriak, aku pikir setan, ternyata mang hamid, penjaga kampung, yang ghaib emang nyata, salam kenal semua, saya akan senang jika kalian berkunjung ke blog saya dan akan sy kunjung balik | itu janji saya.

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  14. serem juga ya mas kalo ketemu yang gituan, ya memang jangan keluar terlalu malam juga mas.selain hantu kalo keluar malem juga beresiko begal..

    ReplyDelete
  15. ini ceritanya serem banget,, cerita fiksi horor aja bikin merinding apalagi ini cerita nyata :)

    ReplyDelete
  16. Maksih artikelnya gan sangat bermanfaat dan berguna bagi saya..

    Salam Kenal dan salam blogwalking

    ReplyDelete
  17. Serem ya kalau dengar cerita horor-horor seperti ini.

    ReplyDelete
  18. kaua cerita mengenai hantu kayaknya menambah suasana serem hehe

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  21. wah kalo ngomongin cerita serem sih mantap nih

    ReplyDelete

 
Toggle Footer