kunjungi juga
Loading...
Tuesday, May 6, 2014

Cerita Bertarung Dengan Babi Hutan



Cerita Bertarung Dengan Babi Hutan ini merupakan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1950 di sebuah Kampung yang bernama Bojong Salam, di Kampung itu ada kebiasaan unik turun-temurun yang dimana para laki-laki dewasa suka menyelengarakan berburu bagong ( babi hutan ) yang berada disekitar Pegunungan Mandala Wangi.


Kampung Bojong Salam itu sendiri masuk dalam wilayah Desa Karang Tengah Kecamatan Kadu Ngora Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Entah kenapa para laki-laki dewasa di Kampung tersebut sangat suka sekali berburu babi hutan, hingga pada suatu hari Pak Adi (nama samaran) dan teman-temannya sebanyak 15 orang sepakat akan berburu babi hutan di Pegunungan Mandala Wangi tepatnya di hutan Puncak Gunung Abig. Baca juga cerita Sumber Air Cibinong Garut.


Setelah memasang perangkap serta  strategi perburuan yang telah direncanakan dan ajing pemburu pun mereka lepaskan. Perburuan babi hutan pun dimulai, namun tidak memerlukan waktu yang lama karena setiap pemburu memang sudah terlatih sehingga dalam waktu yang sebentar saja  mereka telah berhasil mendapatkan 5 ekor babi hutan yakni 4 ekor babi dewasa dan 1 ekor anak babi hutan yang masih kecil.


Yang 4 ekor didapatkan dengan cara di tombak sedangkan anaknya ditangkap hanya dengan cara ditangkap tangan, sepulang berburu mereka pun membagi-bagikan hasil buruan mereka itu yakni 4 ekor  babi hutan dewasa, sedangkan babi hutan yang masih kecil oleh Pak Adi dilepas kembali.


Tetapi sebelum melepaskan  anak babi hutan itu Pak Adi sempat memotong salah satu  telinga anak babi hutan itu sebagai sebuah tanda bahwa anak babi itu telah ditangkapnya, sambil melepaskan anak babi hutan itu Pak Adi berbicara pada anak babi hutan itu “ jig siah manehmah balik deui ka leuweung mun geus gede gelut jeung aing ( pergi kamu kembali kehutan nanti setelah dewasa bertarung dengan saya).


Cerita Bertarung Dengan Babi Hutan, tidak terasa waktu telah berlalu dua tahun kemudian anak babi hutan yang dilepaskan kembali kehutan oleh Pak Adi waktu itu kini telah menjadi seekor babi hutan dewasa, seperti memiliki dendam yang sangat mendalam atau perasaan tertantang oleh ucapan Pak Adi padanya waktu itu dan setelah merasa dirinya telah menjadi babi hutan yang kuat, dengan langkah yang gagah berani kemudian babi hutan itu kembali mendatangi Pak Adi dan berdiri dihalaman rumahnya. Baca juga Didatangi Hantu Cantik Penghuni Vihara.


Suasana kampung Bojong Salam saat itu sangat mencekam,entah kenapa anjing pemburu yang sedemikian banyak pun melihat kedatangan babi hutan itu tidak ada yang berani mendekat ataupun menggonggong. Sementara penduduk Kampung pun  tidak ada yang berani mendekat mereka hanya memandang dari jauh, dan hal yang membuat tercengang warga yang menyaksikan kedatangan babi itu ialah babi hutan itu mendatangi rumah Pak Adi dan kemudian mengetuknya dengan menggunakan kaki depannya.


Mendengar ada yang mengetuk pintu Pak Adi pun keluar rumah, namun dia terperanjat ketika yang mengetuk pintu rumahnya ternyata seekor babi dewasa, sejenak ingatan Pak Adi menerawang jauh kebelakang mengingat-ingat kejadian  yang telah lalu akan apa yang pernah ia perbuat waktu itu.


Dia pun teringat akan anak babi yang dia lepas kembali setelah salah satu telinganya ia potong dan lalu ia melepaskannya kembali sambil mengeluarkan kata-kata yang mengandung tantangan terhadap anak babi itu. “Oooo... sia geuning nu datang teh rek nagih janji tarung jeung aing... hayu “ ( ooo... kamu yang datang mau nagih janji tarung dengan saya) dengan suara yang lantang Pak Adi berbicara pada babi hutan itu sementara babi hutan itu hanya berdiri dan memandang muka Pak Adi seperti yang telah siap untuk menjawab tantangan Pak Adi sehingga  tidak lama kemudian terjadilah pertarungan manusia melawan babi hutan.


Mereka berdua pun berhadap-hadapan saat itu Pak Adi memegang sebilah golok dan duel pun dimulai, serangan pertama babi itu menyerang dia dengan serangan yang sangat cepat, namun serangan kali ini dia berhasil mengelak dan berhasil mendaratkan goloknya secepat kilat di bagian depan kepala babi itu.


Namun serangan yang kedua walaupun dia berhasil menghindar dari serangan babi itu tetapi sayang sekali babi itu nyangkut dikain sarung yang ia kenakan dan di selendangkan dipundaknya karena memang kaum laki-laki jaman dulu dikampung itu tidak pernah lepas dari kain sarung sehingga babi itu tidak bisa terlepas dari tubuh dia.


Pak Adi terluka sangat parah babi hutan itu menyeruduk-nyerudukan kepalanya dan mengoyak-ngoyak seluruh tubuh dia dengan menggunakan taringnya yang sangat tajam, hingga tidak berselang beberapa lama akhirnya Pak Adi pun tewas dengan dengan luka yang sangat parah dengan usus yang terburai.


Setelah melihat lawannya telah tewas babi hutan itu pun kembali lagi kehutan, sementara warga yang menyaksikan kejadian itu sempat mengejar babi itu dan beramai-ramai memburunya namun babi hutan itu dapat menyelamatkan diri hingga akhirnya sampai kembali kedalam hutan.


Hingga sekarang cerita dan mistery babi hutan itu terus melekat diingatan penduduk Kampung itu dan bahkan babi hutan itu sering menampakan diri pada saat warga berburu babi hutan di hutan itu, namun babi hutan itu menurut penuturan warga sudah kebal terhadap benda-benda tajam termasuk tombak, warga pun mengenali babi hutan itu lewat salah satu telinganya yang rampung dan ada bekas sibratan golok Almarhum Pak Adi dibagian depan kepalanya sehingga para pemburu babi pun menamainya dengan sebutan Si Colat.


Cerita Bertarung Dengan Babi Hutan ini diceritakan oleh salah seorang warga asal Garut dan menurutnya semua itu terjadi atas kehendak Allah Swt kerena Manusia itu tidak boleh sombong dan merendahkan mahluk ciptaan Allah Swt walaupun terhadap binatang yang hina sekalipun, karena walaupun itu merupakan seekor babi hutan tetapi tetap sama seperti kita diciptakan oleh Allah Swt, cukup sekian dan tunggu cerita menarik selanjutnya hanya di gayadanmenarik.blogspot.com

23 comments:

  1. wah serem juga ya kalau bertarung sama babi hutan, mirip di tv tv ya mas hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak saya juga sampai penasaran banget dengerin cerita temen saya itu, hingga saya tertarik tuk menulis ceritanya, walupun tulisannya basih belepotan he...

      Delete
  2. waw bertarung sama babi hutan gak mau deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan sapai deh... itu berbahaya sekali gan

      Delete
  3. berarti babi jadi-jadian ya gan??

    ReplyDelete
  4. menarik sekali ceritanya sob... pesan yang disampaikan dalam cerita itu perlu di contoh. jangan menyombongkan diri sekalipun terhadap hewan.
    "we are under the same sun"

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali gan, karena sombong itu merupakan sifat yang tercela

      Delete
  5. Replies
    1. iya gan sampai ngeri saya mendengarkannya juga gan

      Delete
  6. kalau mau menang harus siap senjata mas, bisa pakai senapan ataupun pistol, pasti abi hutan nya akan kalahh hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. duelnya mirip coboy amrik itu ya mbak heee...

      Delete
  7. Babi hutan sangat berbahaya,cula nya sangat tajam dan bisa melompat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahaya sekali gan, tapi yang tajam tuh bukan culanya gan tapi taringnya, agan ini bisa aja ah...
      terima kasih gan telah berkunjung ke blog saya

      Delete
  8. hii ngeri juga gan sama itu hewan :3
    Cerita Dewasa

    ReplyDelete
  9. kasiaann yah pak adi kalah tarung ama hewan :v
    makannya pakkk jangan gegabahh kalo bicara :D dan saya turut prihatin Moga amal baik pak adi diterima oleh allah swt :DD

    salamm kenall yahh gann :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga gan, terima kasih udah mampir di blog saya

      Delete
  10. mantep blogna :v bisa buat dongeng tidur buat anak saya :D maksih banyak sob :) btw ditunggu kunbal a ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih juga gan sudah mampir diblog saya

      Delete
  11. cerita yang snagat menarik untuk disimak mas , nice share for the info ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mbak, saya jadi tersanjung neh

      Delete
  12. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

 
Toggle Footer